Bank Indonesia Tidak Mengakui Bitcoin

BI / Bank Indonesia menegaskan mata uang Bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah di Indonesia. Masyarakat diminta untuk berhati-hati jika akan menggunakan mata uang virtual ini

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya sebagai otoritas peredaran mata uang di Indonesia telah menegaskan jika Bitcoin tidak masuk dalam kategori alat pembayaran yang sah. Sehingga penggunaannya diawasi secara ketat.

Agus menyatakan, penggunaan Bitcoin juga akan menimbulkan risiko bagi masyarakat. Karenanya, BI menghimbau masyarakat untuk menggunakan mata uang diakui oleh Bank Indonesia dan pemerintah.

“Saya mau menyampaikan, itu adalah bukan alat pembayaran yang sah. Jadi semua yang mau dan akan menggunakan Bitcoin itu ada risikonya ya” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Bitcoin mencapai nilai tertinggi US$ 11.000. Usai sentuh level tertinggi US$ 11.388,33, bitcoin turun 18 persen menjadi US$ 9.290,30 pada Rabu 29 November 2017.

Nilai Bitcoin

Mengutip laman CNBC, Kamis (30/11/2017), bitcoin coba bergerak ke level US$ 10.000, dan akhirnya diperdagangkan di posisi nilai US$ 9.725. Perdagangan Bitcoin sangat volatile lantaran berkurang untuk ikuti kenaikan permintaan.

Di tengah naik turun nilai bitcoin yang volatile dan sentuh level tertinggi sejumlah pihak memberikan pandangannya perihal bitcoin. Bubble, ponzi, tulip menjadi salah satu kata yang digunakan bagi pengkritik kripto selama beberapa tahun terakhir.

Ini mengingat bitcoin berada di posisi US$ 1.000, mencapai level tertinggi di US$ 10.000. CEO JP Morgan Jamie Dimon mengatakan, mata uang digital hanya sementara.

Bitcoin mencatat pengembalian untung lebih dari 900 persen sejak awal 2017. Salah seorang trader mengatakan kenaikan bitcoin pada tahun 2017 termasuk yang terbanyak yang pernah dia lihat lebih dari 40 tahun bekerja di bidang keuangan.

David Shrier, Akademisi dan CEO Distilled Analytics mengatakan pihaknya sama sekali tidak meragukan jika ada spekulasi yang terjadi dengan mata uang digital. Namun hal itu bukan hal buruk

Dominic Williams, Ilmuwan DFNITY Project juga skeptis mengenai mata uang digital. Ada kemungkinan kecil proyek memegang initial coin offering (ICO) dapan sukses. ICO merupakan cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan dengan imbalan uang konvensional dan digital. Hal ini berbeda dengan saham yang diberikan kepada investor. Namun sebagai gantinya bisa diperdagangkan dan digunakan untuk perusahaan.

“Sebagian besar telah diciptakan secara khusus dengan ambisi mengumpulkan uang dari investor yang antusias dari pada memberikan utilitas di dunia nyata,” kata dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *